Rakyat Menjual, Caleg Membeli


Tahukah Anda, berapa besar gaji anggota DPR RI?

Menurut data Independent Parliamentary Standards Authority (Ipsa) dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang dirilis majalah Economist edisi 20-26 Juli 2013, Indonesia berada di peringkat keempat dengan gaji anggota DPR paling besar di dunia, yaitu sebesar Rp. 554.000.000,- /tahun.  Itu artinya gaji seorang anggota DPR RI totalnya mencapai 18 kali dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia.

Maka jangan heran jika banyak warga negara berlomba-lomba untuk menjadi anggota parlemen yang “terhormat” ini. Tidak cukup dari partai, dari golongan independen pun berbondong-bondong mempertaruhkan nasib untuk duduk sebagai anggota DPR dengan mengusung bermacam-macam slogan dan program demi memperoleh simpati rakyat. Masing-masing memiliki motivasi tersendiri dalam mengkampanyekan diri maupun partainya, namun pada dasarnya iming-iming pendapatan luar biasa plus fasilitas mewah adalah motivasi dasar yang tidak dapat dibantah.

Ironisnya, gaji sebesar itu tidak sebanding dengan kinerja dan hasil yang telah dicapai para politisi DPR selama duduk di kursi parlemen.  Bahkan beberapa aleg yang tadinya terhormat tiba-tiba menjadi terpidana akibat kasus-kasus korupsi yang saat ini makin menggila. Hal ini sangat wajar mengingat usaha yang dilakukan saat kampanye juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

Istilah “Serangan Fajar” adalah trend issue yang beredar dikalangan masyarakat kita pada malam hari sebelum hari pemilihan. Istilah ini bukan hanya rumor belaka, banyak para team sukses caleg yang bergerilya dari malam hari hingga menjelang subuh mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan uang dengan harapan calegnya dipilih. Jumlah yang diberikan bervariasi tergantung kekuatan dana dari masing-masing caleg. Maka terlalu berlebihan kiranya mengharapkan Indonesia bisa lebih baik jika pada pelaksanaan pemilu sering diwarnai “transaksi ” untuk memperoleh suara terbanyak. (GF)

 

 

Iklan

One comment on “Rakyat Menjual, Caleg Membeli

Komentar ditutup.