Bermuda Triangle – Misteri alam yang tak terpecahkan


Segitiga Bermuda atau sering disebut juga sebagai Devil’s Triangle merupakan hamparan Samudra Atlantik dibatasi oleh garis dari Florida ke kepulauan Bermuda, Puerto Rico dan untuk kemudian kembali ke Florida. Ini adalah salah satu misteri alam terbesar sepanjang masa.

Istilah “Bermuda Triangle” pertama kali digunakan dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Vincent H. Gaddis untuk majalah Argosy pada tahun 1964. Dalam artikel itu, Gaddis menyatakan bahwa di laut yang aneh itu ada beberapa kapal dan pesawat menghilang tanpa penjelasan. Gaddis bukanlah orang pertama yang tiba pada kesimpulan ini. Pada awal 1952, George X. Sands, dalam laporan di majalah Fate, mencatat apa yang terlihat seperti jumlah kecelakaan aneh yang luar biasa  di wilayah itu. Pada tahun 1969 John Wallace Spencer menulis sebuah buku berjudul “Limbo of the lost”  secara khusus tentang Segitiga bermuda dan dua tahun kemudian sebuah film dokumenter “The Devil’s Triangle”  dirilis bersama dengan buku terlaris Segitiga Bermuda, yang diterbitkan pada tahun 1974 yang secara permanen terdaftar sebagai legenda “Laut naas” dalam budaya populer.

Mengapa kapal dan pesawat tampaknya hilang di wilayah ini? Beberapa penulis berpendapat hal ini karena anomali magnetik aneh yang mempengaruhi pembacaan kompas (mereka mengklaim Columbus mencatat hal ini ketika ia berlayar melalui wilayah pada tahun 1492).

Pada 1492, tak lama setelah meninggalkan Kepulauan Canary, Christopher Columbus mencatat dalam log kapalnya bahwa ia dan krunya telah mengamati bola api besar jatuh ke laut dan bahwa kompas kapal menunjukkan pembacaan yang tidak menentu di Laut Sargasso dan Segitiga.

Salah satu teori yang dianggap lebih rasional adalah dari Dr Richard McIver, yaitu penjelasan tentang kehadiran hidrat metana. Semua gas kecuali helium, hidrogen dan neon dapat membentuk hidrat jika gas cukup dan adanya air, jika tekanan cukup tinggi dan jika suhu cukup rendah. Kondisi ini dapat ditemukan secara alami di bumi, dan hidrat metana telah ditemukan ada dalam jumlah besar di banyak bagian dasar laut dan terkonsentrasi di beberapa tempat di lereng benua seperti Segitiga Bermuda.

Mitologi Yunani bahkan memiliki cerita tentang benua yang disebut Atlantis yang hilang dalam waktu itu. Sisa Aplikasi teknologi seperti anti-gravitasi dan teknologi devises aneh lainnya dari daerah Atlantis diyakini sebagai penyebab misteri hilangnya pesawat dan kapal secara  misterius di Segitiga Bermuda.

Selama bertahun-tahun wilayah maut ini menyimpan catatan yang tidak menentu, buku-buku maupun artikel yang membahasnya umumnya hanya berdasarkan teori tanpa bisa memastikannya.

(AC)

Iklan