Terpidana mati 44 tahun di LP Nusa kambangan tanpa eksekusi


Cilacap – Bahar (67) hanya bisa menangis saat bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Patrialis Akbar. Terpidana mati kasus pembunuhan itu mengeluhkan nasibnya. 44 Tahun sudah ia ditahan di LP Nusakambangan tanpa ada kepastian soal proses hukumnya.

“Saya sudah 44 tahun di sini. Sekarang usia saya sudah 67 tahun,” kata Bahar sambil menitikkan air mata di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (7/4/2010).

Belum jelas apa penyebab belum dieksekusinya Bahar hingga saat ini. Namun, di saat usianya yang mulai menginjak lansia, Patrialis pun merasa iba.

“Saya akan usahakan agar Anda bisa diajukan grasi,” ucap Patrialis pada Bahar.

Hingga saat ini, ada 50 napi yang menunggu eksekusi mati di LP Nusakambangan. Sementara itu, 52 napi masih menjalani hukuman seumur hidup karena berbagai kasus, seperti narkoba hingga terorisme.

Saat ditanya apa penyebab lambatnya proses eksekusi, Patrialis mengaku ada beberap faktor. Mulai dari masalah administrasi hingga koordinasi dengan lembaga terkait seperti Kejaksaan dan Polri.

“Ada juga dari mereka yang lupa. Di Jakarta saja ada 1.900 napi yang belum mendapat ekstra vonis,” tambahnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat Patrialis akan mengajak Kejaksaan dan Polri untuk berkoordinasi menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan napi. Pembahasan juga akan mencakup proses eksekusi hingga persoalan tahanan lainnya.

“Kita akan berkumpul segera membahas ini,” tutupnya.

Source : Detik.Com

Iklan