“Kamuflase” Pengalihan fokus itu kini tengah terjadi


Kita semua tahu bahwa skandal makelar kasus yang kini mencuat adalah hasil “nyanyian” merdu Kompol. Drs Susno Duadji.

Sang jendral telah menyatakan secara blak-blakan bahwa ada kasus ini melibatkan beberapa orang perwira Polri di jajaran Mabes. Alhasil sang jenderal pun di tuding melanggar kode etik kepolisian, sehingga harus berurusan dengan Propam mabes. Padahal nyanyian sang Jendral tersebut meski sebagian orang mengatakan dilakukan karena dendam atas tindakan pencopotan dirinya dari jabatan Kabareskrim, namun pada pada hakekatnya adalah merupakan entry point bagi aparat hukum dalam hal ini Kapolri untuk mulai membenahi institusinya.

Bukan rahasia lagi, saat ini sulit menemukan seorang pemimpin yang mengetahui persis semua apa yang menjadi tindakan bawahannya.Mungkin demikian pula yang terjadi di lembaga tersebut, sehingga respon pertama yang muncul akibat “ulah” Susno adalah menjadikannya sebagai seorang yang melanggar kode etik profesi. Namun pada akhirnya meski harus menelan rasa malu tak urung kebenaranpun mulai terkuak dengan dijadikannya Kompol A sebagai tersangka.

Seiring waktu berjalan, seperti pada kasus-kasus sebelumnya pendalaman dan perkembangan kasus akhirnya malah mengaburkan kasus awal yang dicuatkan, saat ini yang menjadi topik yang ramai dibicarakan adalah masalah uang 24,6 M yang berada di rekening Gayus H. Tambunan, sedangkan tudingan Susno terhadap 2 perwira polri tidak jelas pengusutannya. Apakah ini merupakan trik atau kamuflase untuk tidak memberikan kesan kebenaran atas tudingan tersebut atau mungkin susno salah mencurigai mantan bawahannya?

Praktek -praktek konspirasi saat ini bukan lagi hal yang tabu untuk dilakukan dengan cara terang-terangan. Tawar menawar hukum sepertinya sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dinegara ini. Tak perlu repot-repot, lihat saja disaat dilakukan sweeping oleh aparat lalu lintas, tidak sedikit pengguna jalan yang bebas dengan membayarkan sejumlah uang kepada polisi. Jika di level bawah saja sudah demikian, apakah mustahil hal itu juga dipraktekkan di level atas?

Biarlah waktu yang akan membuktikan namun kita sebagai masyarakat hanya bisa memantau dan mengawasi penegakan hukum dinegara ini dijalankan dengan adil atau penuh dengan konspirasi.

(AC)

Iklan