Membangun kembali paska selingkuh


Perselingkuhan dapat terjadi sekalipun pada hubungan yang terjalin kuat dengan meninggalkan perasaan terkhianati, merasa bersalah dan marah. Menurut rican Association for Marriage and Family Theraphy 25 persen pasangan menikah sulit mengatasi masalah ini.

Tetapi dengan dukungan keluarga, teman, ahli terafi dan pengertian diantara pasangan sendiri tidak menutup kemungkinan pasangan mengakhiri perselingkuhan untuk kembali membangun hubungan yang lebih kuat.

Ada banyak alasan berbeda mengapa seseorang melakukan selingkuh. Menurut Michele Weiner-Davis, ahli terafi pernikahan dan keluarga di Illinois, keadaan ini kadang-kadang disebabkan keputusan yang tidak tepat dimana seseorang mungkin merasa puas dengan pernikahan mereka tetapi sampai larut malam di kantor dengan rekan kerja bisa mendorong terjadi affair. Mencari sebuah hubungan emosi menjadi faktor yang sering terjadi. Awalnya mungkin hanya perhatian, saling menggoda sampai saling tertarik.

Apapun alasannya selingkuh memiliki pengaruh yang bisa menghancurkan sebuah hubungan. Walaupun tidak mudah, apabila ada komitemen dari kedua pasangan untuk saling mengintropeksi peran apa yang telah dimainkan hingga hubungan bisa tergelincir.

Berikut 8 langkah yang bisa dilakukan apabila perselingkuhaa tengah menghinggapi hubungan anda:

1) Hal terpenting yag anda harus lakukan adalah menghentikan kebiasaan buruk tersebut karena anda tidak bisa hidup dalam hubungan jika kaki sebelah anda berada di luar pintu.

2) Ingat tidak mudah mengawali hubungan setelah terjadi perselingkuhan karena itu wajar apabila jalan menuju perbaikan akan mengalami pasang surut.

3) Perlu pembicaraan terbuka mengenai apa yang terjadi sehingga diketahui akar masalah untuk perbaikan di kemudian hari.

4) Siap menerima tanggung jawab atas ulah yang telah dilakukan meskipun mungkin terasa tidak adil.

5) Ada keinginan untuk berjanji dan membuat komitmen bahwa selingkuh tidak akan pernah terjadi kembali.

6) Orang yang melakukan affair sebaiknya mengkaji alasan pribadi yang mendorong penyimpangan ini dan memikirkan apa yang perlu dirubah untuk menghindari godaan di kemudian hari.

7) Sebagai langkah ke depan, keduanya perlu memiliki tanggung jawab membangun fondasi hubungan yang baru.

8.) Tak ada salahnya berkonsultasi dengan ahli terafi untuk membantu mengembalikan hubungan kembali ke tracknya.

(AC)

Iklan